JEMBER, TAlenta – Strategi pembelajaran dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikupas tuntas dalam Temu Ilmiah dan Workshop tentang “Strategi Pembelajaran” yang dilaksanakan di Rumah Makan Lestari pada 5 April 2008 yang lalu. Acara yang diselenggarakan Penerbit Tiga Serangkai tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jember, Drs. H. Achmad Sudiyono, M.Si. Psi.
Menurut Drs. Hartono Suryanto, Branch Manager Tiga Serangkai, acara tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan penerbit untuk ikut membantu meningkatkan kualitas guru. Selain itu masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan Tiga Serangkai dengan bekerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan di Jember.
“Jika Tiga Serangkai memiliki kepedulian yang lebih terhadap guru, itu karena pendiri Tiga Serangkai: H.Abdullah Marzuki (alm) dulunya adalah juga seorang guru. Begitu juga dengan istrinya, Siti Aminah yang saat ini memegang kendali perusahaan,” ujar Hartono. Tiga Serangkai sendiri saat ini juga memiliki Pondok Pesantren serta lembaga pendidikan formal mulai dari TK sampai SMA.
Terkait dengan kelebihan produk dari Tiga Serangkai, Dwi Hartono, wakil Kepala Cabang wilayah eks karesidenan Besuki dan Lumajang menyampaikan bahwa harga buku-buku produk Tiga serangkai cukup terjangkau, dan dari segi mutu juga tidak kalah dengan penerbit lain.
Terkait dengan pelaksanaan Temu Ilmiah dan Workshop, Dwi menjelaskan selain untuk membantu guru dalam meningkatkan profesionalismenya juga sebagai upaya dari penerbit untuk menjalin kerjasama dengan stakeholder.
Selasa, 13 Mei 2008
Campursari SMAN Ambulu Jember
Musik bahasa hati. Kesukaan kita dalam mendengarkan dan atau memainkan musik punya tujuan yang berbeda-beda. Demikian pula dengan ekskul Campursari Candradimuka, SMA Negeri Ambulu. Kegiatan memadukan alat-alat diatonik (gamelan) dengan pentatonik (alat musik modern) itu dimaksudkan untuk mengasah bakat siswa dalam memainkan kedua peralatan tersebut secara kompak dan harmonis. Sisi lainnya lagi, menambah jam terbang para siswi yang berhobby menyanyi.
Drs. Moh Irfan merintisnya sejak 1997. Meski bertaraf ekskul, toh sudah dua kali mengeluarkan album rekaman. Berbagai objek wisata di Jember menjadi tema album pertama. Pada album kedua, semua syair dan aransemen tetap digarap oleh sang pelatih. Dalam hal ini Drs. Moh. Irfan terbilang produktif di tengah kesibukannya sebagai guru. Pada album kedua yang dirilis tahun 2008 itu, tema yang diangkat adalah masalah gender yang belum sepenuhnya sepadan antara pria dan wanita.
Sementara itu selama kurun waktu 11 tahun, sederet prestasi lainnya telah tertoreh, antara lain menjadi duta kesenian kabupaten Jember pada Apresiasi Kesenian Jatim di Surabaya tahun 1998, 2001 dan 2003. Pernah pula pentas bareng antara kesenian Jawa dan Bali tahun 2000. Saat itu SMA Negeri Ambulu masih di bawah komando Drs. I Wayan Wesa Atmaja MSi (sekarang Kabid Dikmenum Dispendik Jember).
Untuk aktivitas di wilayah Jember, beberapa kali memeriahkan pembukaan Pekan Raya Tradisional di pantai wisata Watu Ulo, unjuk kebolehan pada Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1998 di Jember serta menghibur para tamu di pendopo Kabupaten Jember pada Malam Tasyakuran Peringatan Hari Kemerdekaan pada 18 Agustus 2003.
Berbagai pementasan dalam rangka memberikan hiburan pada masyarakat dalam hajatan pernikahan ataupun khitanan, sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. “Semua itu kami maksudkan untuk memberi bekal kepada para siswa agar nantinya setelah lulus memiliki life skill,” terang Drs. Sarbini, MSi selaku Kepala SMA Negeri Ambulu.
Niat kepala sekolah itu ternyata terbukti. Salah satu mantan personil pemusik Campursari Candradimuka, Roseno Afandi yang biasa memainkan saron, kini sudah hijrah ke Jakarta, bergabung pada grup band anyar Ken. Selain memainkan melodi, cowok bertubuh jangkung itu juga merangkap penulis syair. Sementara beberapa penyanyi perempuannya sudah mampu mengisi buku tabungan dari honor ratusan ribu sekali pentas. Mereka sudah enjoy menjadi bintang tamu grup Orkes Melayu ataupun grup Band dalam event promosi produk ataupun hajatan yang digelar anggota masyarakat.
Visi SMA Negeri Ambulu yakni unggul melalui keseimbangan moral, intelektual dan seni budaya, tak berlebihan kiranya jika Campursari Candradimuka telah mampu mewujudkan visi tersebut menjadi misi kegiatan seni budayanya. -Maji-
Drs. Moh Irfan merintisnya sejak 1997. Meski bertaraf ekskul, toh sudah dua kali mengeluarkan album rekaman. Berbagai objek wisata di Jember menjadi tema album pertama. Pada album kedua, semua syair dan aransemen tetap digarap oleh sang pelatih. Dalam hal ini Drs. Moh. Irfan terbilang produktif di tengah kesibukannya sebagai guru. Pada album kedua yang dirilis tahun 2008 itu, tema yang diangkat adalah masalah gender yang belum sepenuhnya sepadan antara pria dan wanita.
Sementara itu selama kurun waktu 11 tahun, sederet prestasi lainnya telah tertoreh, antara lain menjadi duta kesenian kabupaten Jember pada Apresiasi Kesenian Jatim di Surabaya tahun 1998, 2001 dan 2003. Pernah pula pentas bareng antara kesenian Jawa dan Bali tahun 2000. Saat itu SMA Negeri Ambulu masih di bawah komando Drs. I Wayan Wesa Atmaja MSi (sekarang Kabid Dikmenum Dispendik Jember).
Untuk aktivitas di wilayah Jember, beberapa kali memeriahkan pembukaan Pekan Raya Tradisional di pantai wisata Watu Ulo, unjuk kebolehan pada Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1998 di Jember serta menghibur para tamu di pendopo Kabupaten Jember pada Malam Tasyakuran Peringatan Hari Kemerdekaan pada 18 Agustus 2003.
Berbagai pementasan dalam rangka memberikan hiburan pada masyarakat dalam hajatan pernikahan ataupun khitanan, sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. “Semua itu kami maksudkan untuk memberi bekal kepada para siswa agar nantinya setelah lulus memiliki life skill,” terang Drs. Sarbini, MSi selaku Kepala SMA Negeri Ambulu.
Niat kepala sekolah itu ternyata terbukti. Salah satu mantan personil pemusik Campursari Candradimuka, Roseno Afandi yang biasa memainkan saron, kini sudah hijrah ke Jakarta, bergabung pada grup band anyar Ken. Selain memainkan melodi, cowok bertubuh jangkung itu juga merangkap penulis syair. Sementara beberapa penyanyi perempuannya sudah mampu mengisi buku tabungan dari honor ratusan ribu sekali pentas. Mereka sudah enjoy menjadi bintang tamu grup Orkes Melayu ataupun grup Band dalam event promosi produk ataupun hajatan yang digelar anggota masyarakat.
Visi SMA Negeri Ambulu yakni unggul melalui keseimbangan moral, intelektual dan seni budaya, tak berlebihan kiranya jika Campursari Candradimuka telah mampu mewujudkan visi tersebut menjadi misi kegiatan seni budayanya. -Maji-
Langganan:
Entri (Atom)